Monday, March 30, 2020

Cabe Rawit Lombok PEDAS Anti Corona Covid19 karena Luteolin



Kandungan Luteolin yang berfungsi memecah spike s-protein virus corona covid-19, kandungan tersebut sangat tinggi ditemukan di cabe rawit atau atau lombok kecil.
..
Ooo.. mangkane
Kalo lagi flu ... paling enak bikin .. mie kuah panas dan pedas..

😄 Cabe rawit .. bird chili ... luteolin tinggi 1300

Jambu biji merah hnya 50.

Smoga cabe nggak ikutan mahal karena ditimbun corona juga.

Luteolin sebagai inhibitor protein furin yang diduga sebagai salah satu enzim yang memecah protein S (spike) virus Corona seperti pada MERS (Peng, et al, 2017; Kleine, et al, 2018).

Kaempferol berfungsi sebagai inhibitor non-competitive 3CLPro dan Plpro (Park, et al, 2017).






Saturday, March 28, 2020

Jambu biji merah cegah virus corona - anti COVID-19


Anti corona .. anti covid 19 ... ternyata murah sekilo hanya Rp.5.000,- aja ..

itu :
https://youtu.be/1_38pdDkoXM

Ini bukti seminar hasil penelitian para ahli dari para profesor indonesia.

Jambu biji merah cegah virus corona - anti COVID-19


Riset Hasil Penelitian UI dan IPB: Jambu Biji Mengandung Senyawa Pencegah Corona

Oleh: Newswire
ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak.Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB. (tengah) berbicara dalam konferensi pers tentang COVID-19 di Fakultas Kedokteran UI, Jakarta, Jumat (13/03/2020)




JAKARTA – Hasil penelitian Universitas Indonesia dan Institut Pertanian Bogor menyatakan bahwa jambu biji mengandung senyawa kandidat potensial yang dapat digunakan untuk menciptakan obat untuk menghambat dan mencegah virus Corona jenis baru atau SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

"Komponen pada jambu biji ini cukup lengkap sebagai bahan alam yang bisa mencegah virus yang menginfeksi manusia," kata Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam dalam konferensi pers di Fakultas Kedokteran UI, Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Berdasarkan hasil skrining aktivitas terhadap ratusan protein dan ribuan senyawa herbal terkait dengan mekanisme kerja virus, diperoleh beberapa golongan senyawa yang berpotensi untuk menghambat dan mencegah virus SARS-CoV-2 untuk menginfeksi manusia.

Golongan senyawa tersebut antara lain hesperidin, rhamnetin, kaempferol, kuersetin dan myricetin yang terkandung dalam jambu biji dengan daging buah merah muda, kulit jeruk, dan daun kelor.


Hasil penelitian itu juga didukung sejumlah kajian terdahulu yang menunjukkan jambu biji (Psidium guajava) dengan daging buah warna merah muda memiliki kandungan senyawa yakni myricetin, kuersetin, luteolin, kaempferol dan hesperidin.
 


 Konsumsi jambu biji sehari-hari dapat meningkatkan daya tahan tubuh/hellosehat*com.



Myricetin berfungsi sebagai penghambat atau inhibitor helicase SARS coronavirus (Yu et al, 2012). Kuersetin sebagai penghambat atau inhibitor non-competitive 3CLPro dan PLpro (Lin et al, 2005; Nguyen et al, 2012).

Kemudian, Luteolin sebagai inhibitor protein furin yang diduga sebagai salah satu enzim yang memecah protein S (spike) virus Corona seperti pada MERS (Peng, et al, 2017; Kleine, et al, 2018).
Kaempferol berfungsi sebagai inhibitor non-competitive 3CLPro dan Plpro (Park, et al, 2017). Hesperidin yang menghambat ikatan domain pengikat reseptor (receptor-binding domain/RBD) dari protein Spike SARS-COV-2 dengan reseptor ACE2 (enzim pengubah angiotensin atau angiotensin-converting enzyme/ACE) pada manusia sehingga diprediksi berpotensi dalam menghambat masuknya virus SARS-COV-2 (Wu, et al, 2020).






Penemuan senyawa kandidat potensial di jambu biji, kulit jeruk, dan daun kelor itu dilakukan oleh gabungan peneliti multi disiplin dari UI dan IPB yang mencakup Departemen Kimia Kedokteran Fakultas Kedokteran UI, Klaster Bioinformatics Core Facilities di Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) Fakultas Kedokteran UI, Klaster Drug Development Research Center di IMERI Fakultas Kedokteran UI, Laboratorium Komputasi Biomedik dan Rancangan Obat Fakultas Farmasi UI, Rumah Sakit UI, Pusat Studi Biofarmaka Tropika IPB dan Departemen ilmu Komputer IPB.


KANDIDAT ANTIVIRUS

Penelitian untuk menemukan kandidat antivirus corona itu masih sebatas komputasi belum di tingkat seluler, hewan dan manusia, karena mereka belum melakukan pengujian langsung ke sampel virus SARS-CoV-2 karena tidak memiliki akses ke virus itu.

Pasalnya, sampel virus berada di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (BalitbangkesBalitbangkes) Kementerian Kesehatan RI.

Adapun, penelitian itu dilakukan dengan melakukan analisis big data dan machine learning dari basis data HerbalDB yang dikembangkan oleh Laboratorium Komputasi Biomedik dan Rancangan Obat Fakultas Farmasi UI terhadap interaksi 1.377 senyawa herbal dengan struktur virus SARS-CoV-2. 

Setelah itu, dilanjutkan dengan pemetaan farmakofor yang menggunakan metode struktur dan ligand.

Hasilnya dikonfirmasi dengan menggunakan metode pemodelan molekuler untuk dievaluasi aktivitas antivirusnya.

"Kita perlu penelitian lebih lanjut karena bahan alaminya ada di sekitar kita," ujar Ari.
Di sisi lain, masyarakat dapat mengkonsumsi jambu biji sehari-hari untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Dosen di Departemen Kimia Kedokteran Fakultas Kedokteran UI Rafika Indah Paramita mengatakan penelitian yang dilakukan tim gabungan itu masih bersifat preliminary atau studi awal yang masih perlu penelitian lebih lanjut. Hasil penelitian itu bisa dimanfaatkan publik.

"Hasil yang kami lakukan saat ini masih berupa prediksi. Tapi prediksi yang kami kerjakan ada dasarnya, ada proses penelitian secara ilmiah berbasis komputer," tuturnya.

Hasil penelitian itu merekomendasikan bahwa senyawa-senyawa kandidat potensial itu bisa dijadikan alternatif untuk usaha pencegahan terinfeksi COVID-19.

"Walaupun memang kami belum bisa melakukan itu di level SARS-CoV-2 karena kami tidak punya akses untuk mendapatkan virusnya karena memang sekarang yang kami tahu virus ini masih ada di Balitbangkes,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya berharap dapat mengakses virus SARS-CoV-2 dari Balitbangkes Kesehatan sehingga bisa melakukan penelitian lebih lanjut di tingkat sel untuk menguji pemanfaatan senyawa kandidat potensial itu dalam upaya pencegahan virus SARS-CoV-2 menginfeksi manusia. 
 
Senyawa kandidat potensial itu dapat berperan untuk menghambat virus bereplikasi dan mencegah virus menempel pada reseptor ACE2 di manusia.

"Ketika virus masuk, virus butuh memperbanyak diri untuk bisa menginfeksi manusia," ungkapnya.

Sementara, protein spike pada virus SARS-CoV-2 berfungsi agar virus bisa berikatan dengan reseptor ACE2 di manusia sebagai jalan masuk virus menginfeksi sel manusia. ACE2 utamanya terdapat di saluran pernapasan manusia.

"Spike fungsinya untuk menempel pada reseptor yang ada di manusia sehingga virus tadi bisa mengeluarkan materi genetiknya sehingga masuk ke sel dan menginfeksi manusia," jelasnya.
 
Senyawa itu diprediksi dapat menyasar protein khusus di virus SARS-CoV-2 sehingga menghambat aktivitas perlekatan virus penyebab COVID-19 ke reseptor ACE2 di manusia. Dengan demikian, itu dapat memblokir masuknya virus ke sel inang.

"Jadi bisa menghambat replikasinya sehingga dia tidak bisa memperbanyak diri, kemudian bisa menghambat menempelnya si virus ke manusia," ungkapnya.

Namun, Rafika mengatakan senyawa-senyawa kandidat potensial yang berasal dari bahan alam itu tidak bisa diklaim sebagai obat atau untuk terapi pengobatan yang menyembuhkan pasien dari penyakit COVID-19.
 
Senyawa-senyawa itu merupakan kemungkinan untuk pencegahan virus SARS-CoV-2 menginfeksi manusia dengan menghambat replikasi atau pertumbuhan dan perkembangan virus serta masuknya virus ke sel di tubuh manusia.




..
Kandungan Luteolin yang berfungsi memecah spike s-protein virus corona covid-19, kandungan tersebut sangat tinggi ditemukan di cabe rawit atau atau lombok kecil.

Ooo.. mangkane
Kalo lagi flu ... paling enak bikin .. mie kuah panas dan pedas..

😄 Cabe rawit .. bird chili ... luteolin tinggi 1300

Jambu biji merah hnya 50.

Smoga cabe nggak ikutan mahal karena ditimbun corona juga.

Luteolin sebagai inhibitor protein furin yang diduga sebagai salah satu enzim yang memecah protein S (spike) virus Corona seperti pada MERS (Peng, et al, 2017; Kleine, et al, 2018).
Kaempferol berfungsi sebagai inhibitor non-competitive 3CLPro dan Plpro (Park, et al, 2017).





Monday, March 23, 2020

Cegah Virus Corona dengan Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh (Imunitas Diri)


Link Download Buku Sistem Imun 90 halaman :
https://drive.google.com/file/d/1D6RoMDoWsMPM8lUeN5Re8TWZ9NialH0J/view?usp=sharing

Cegah Virus Corona  
dengan Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh (Imunitas Diri)

Sistem imun kekebalan tubuh sangat dipengaruhi juga oleh :

Istirahat yang cukup

Ketenangan hati tidak setres
Bisa dg dzikir dan sholawat
Tidak gampang galau

Nutrisi yg cukup
Sperti sunnah nabi minum MADU

Olahrga dan ibadah

DLL..😊

Robbisyrohliy shodriy wa yassirliy amriy wahlul uqdatan min lisaaniy yafqohuu qouliy

Ya ROBB kami.. lapangkan dada kami .. dan mudahkanlah semua urusan2 kami....

🤲😊

https://drive.google.com/file/d/1D6RoMDoWsMPM8lUeN5Re8TWZ9NialH0J/view?usp=sharing

Monday, March 16, 2020

Virus Corona sudah ditulis di buku Novel 2018 berarti 2 tahun yang lalu

 Virus Corona sudah ditulis di buku Novel 2018 berarti 2 tahun yang lalu :)








Cek Fakta:
Novel The Eyes of Darkness sudah memberitakan Wabah Virus Corona pada tahun1981?

Diyah Naelufar

19 Feb 2020, 13:27 WIB

Jakarta - Di tengah wabah virus corona (Covid-19) yang belum diketahui kapan akan berakhir, sebuah kabar menyebar di internet, mengaitkan novel yang terbit pada 1981 lalu dengan penyakit yang bermula dari Wuhan, China itu.

Ini cuplikan novel The Eyes of Darkness karya Dean Koontz:

    "They call the stuff 'Wuhan-400' because it was developed at their RDNA labs outside of the city of Wuhan, and it was the four hundredth viable strain of man-made micro-organisms created at that centre.

    Wuhan-400 is a perfect weapon. It afflicts only human being. No other living creature can carry it. And like syphilis, Wuhan-400 can’t survive outside a living human body for longer than a minute, which means it can’t permanently contaminate objects or entire places the way anthrax and other virulent microorganisms can. And when the host expires, the Wuhan-400 within him perishes a short while later, as soon as the temperature of the corpse drops below eighty-six degrees Fahrenheit."

    

Pengguna internet pun geger. "Novel Dean Koont yang ditulis pada 1981 memprediksi wabah virus corona," kata pengguna Twitter @NickHintonn.

'Sungguh aneh dunia yang kita tinggali.#coronavirus #COVID19 #Wuhan," tulis pemilik akun Twitter @DarrenPlymouth.

Kesamaan antara insiden wabah Covid-19 dengan skenario dalam buku juga dikabarkan sejumlah media massa. Misalnya, India Today yang menurunkan artikel berjudul, Novel predicted Wuhan virus 40 years before Coronavirus outbreak. Internet is stumped pada 17 Februari 2020.

Juga artikel berjudul, Wuhan 400: Novel predicted coronavirus 40 years ago, Internet stumped yang dipublikasikan gulfnews*com pada 18 Februari 2020.

Dalam artikel tersebut disebutkan bahwa ada kebetulan yang agak 'menyeramkan' yakni keberadaan Wuhan Institute of Virology, satu-satunya laboratorium biosafety tingkat empat milik China, yang dibuat untuk menangani penyakit menular seperti ebola.

Laboratorium tersebut berada dalam jarak 30 kilometer dari Kota Wuhan, yang sempat memicu konspirasi bahwa Virus Corona (Covid-19) adalah senjata biologis China.

Namun, benarkah anggapan sebagian orang bahwa novel The Eyes of Darkness telah meramalkan wabah Virus Corona pada 1981? Mari kita cek faktanya!

Penelusuran Fakta



Dalam novel The Eyes of Darkness karya Dean Koontz disebutkan sifat-sifat virus 'Wuhan-400'.

"Wuhan-400 is a perfect weapon. It afflicts only human being. No other living creature can carry it. And like syphilis, Wuhan-400 can’t survive outside a living human body for longer than a minute, which means it can’t permanently contaminate objects or entire places the way anthrax and other virulent microorganisms can. And when the host expires, the Wuhan-400 within him perishes a short while later, as soon as the temperature of the corpse drops below eighty-six degrees Fahrenheit."

Wuhan-400 disebut hanya menginfeksi manusia, tidak ada makhluk hidup lain yang bisa membawanya.

Juga disebut, seperti halnya sifilis, Wuhan-400 tidak dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia hidup selama lebih dari satu menit, yang berarti tidak dapat mencemari objek secara permanen atau seluruh tempat seperti anthrax dan mikroorganisme ganas lainnya.

Sifat ketiga adalah, ketika manusia yang menjadi inang (host) meninggal, Wuhan-400 dalam dirinya lenyap tak lama kemudian, begitu suhu jasad turun di bawah 86 derajat Fahrenheit.

Sifat-sifat Wuhan-400 tak cocok dengan definisi virus corona yang disampaikan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Menurut WHO, virus corona (coronavirus) adalah penyakit zoonotik, yang berarti bisa menular antara manusia dan hewan.

Sejauh ini belum diketahui pasti dari mana Virus Corona Covid-19 ditularkan -- kelelawar, ular, atau trenggiling. Namun, dari hasil penelitian menemukan, penyakit SARS-Cov ditularkan dari luwak ke manusia dan MERS-CoV dari unta dromedaris ke manusia.

Sementara itu, berbeda dengan Wuhan-400 yang disebut sebagai senjata buatan manusia, Virus Corona (Covid-19) bukan buatan manusia.

Situs cek fakta Snopes.com, dalam artikel berjudul Was Coronavirus Predicted in a 1981 Dean Koontz Novel? yang dipublikasikan pada 18 Februari 2020 juga menemukan ketidaksesuaian antara Wuhan-400 dan Covid-19.

Misalnya, dalam novel disebut tingkat kematian yang diakibatkan Wuhan-400 adalah 100 persen. Sementara, berdasarkan data, fatality rate Covid-19 saat ini masih di bawah 3 persen.

Dan, Wuhan-400 disebut memiliki periode inkubasi yang sangat cepat, sekitar 4 jam. Sementara, periode inkubasi Covid-19 sekitar 2 hingga 14 hari.

 Novel Sama, Dua Nama Virus Berbeda

 Ada hal menarik lain yang ditemukan Snopes. Kata 'Wuhan-400' ditemukan dalam edisi paperback novel tersebut yang dirilis pada 2008, seperti yang ditawarkan Amazon.


Cek Fakta: Novel The Eyes of Darkness Ramalkan Wabah Virus Corona 40 Tahun Lalu? (Amazon)


Sementara, dalam edisi 1981, seperti bisa dilihat dalam Google Books, tak ada referensi mengenai Wuhan-400.

Virus yang ada dalam edisi tersebut bernama lain, yakni Gorki-400. Asalnya dari Rusia.






Cek Fakta: Novel The Eyes of Darkness Ramalkan Wabah Virus Corona 40 Tahun Lalu? (Google Books)



Belum diketahui mengapa nama virus dalam novel The Eyes of Darkness berubah, dari Gorki-400 dalam edisi 1981 menjadi Wuhan-400 pada 2018.


Latihan Soal Try Out Unas

Selamat belajar
😊

Link *LATIHAN TryOUT* soal2 UNAS
Karena hanya untuk latihan maka jawaban soal bisa langsung di-check di tiap nomor.


klik aja :

*Latihan Soal : Bahasa Indonesia*

BAHASA INDONESIA - Soal Paket 1 - TryOut Ujian Nasional
https://tanwir.gnomio.com/mod/quiz/view.php?id=1669

BAHASA INDONESIA - Soal Paket 2 - TryOut Ujian Nasional
https://tanwir.gnomio.com/mod/quiz/view.php?id=1670


*Latihan Soal : Matematika*

Untuk khusus tryout matematika, wajib menggunakan browser aplikasi Mozilla Firefox :
https://play.google.com/store/apps/details?id=org.mozilla.firefox

MATEMATIKA MM - Soal Paket 1 - TryOut Ujian Nasional
https://tanwir.gnomio.com/mod/quiz/view.php?id=1671

MATEMATIKA MM - Soal Paket 2 - TryOut Ujian Nasional
https://tanwir.gnomio.com/mod/quiz/view.php?id=1672

MATEMATIKA AK - Soal Paket 1 - TryOut Ujian Nasional
https://tanwir.gnomio.com/mod/quiz/view.php?id=1673

MATEMATIKA AK - Soal Paket 2 - TryOut Ujian Nasional
https://tanwir.gnomio.com/mod/quiz/view.php?id=1674


*Latihan Soal : Bahasa Inggris*

BAHASA INGGRIS - Soal Paket 1 - TryOut Ujian Nasional
https://tanwir.gnomio.com/mod/quiz/view.php?id=1675

BAHASA INGGRIS - Soal Paket 2 - TryOut Ujian Nasional
https://tanwir.gnomio.com/mod/quiz/view.php?id=1676


*Latihan Soal : Teori Kejuruan (Produktif)*

PRODUKTIF MULTIMEDIA - Soal Paket 1 - TryOut Ujian Nasional
https://tanwir.gnomio.com/mod/quiz/view.php?id=1677

PRODUKTIF MULTIMEDIA - Soal Paket 2 - TryOut Ujian Nasional
https://tanwir.gnomio.com/mod/quiz/view.php?id=1678

PRODUKTIF AKUNTANSI - Soal Paket 1 - TryOut Ujian Nasional
https://tanwir.gnomio.com/mod/quiz/view.php?id=1679

PRODUKTIF AKUNTANSI - Soal Paket 2 - TryOut Ujian Nasional
https://tanwir.gnomio.com/mod/quiz/view.php?id=1680


Ctt:
- Username dan password tetap sama seperti user USPBK kemaren
- Karena untuk latihan maka : tanpa batasan waktu, tanpa token
- Soal jawaban langsunng bisa dilihat tiap nomor soal
- Jika ada masalah soal, silahkan konsultasikan pada yang ahlinya yang tepat
- Sebagai referensi *PEMBAHASAN JAWABAN* soal2 unas bisa secara lebih detail
download aja buku2 pdf unas di sini, klik : https://smektasa.sch.id/unsmk

- Jika terjadi aplikasi "nyendat/bermasalah" silahkan klik menu pojok kanan atas dari chrome/firefox, pilih TAB BARU PRIBADI atau TAB PENYAMARAN BARU.